DEWAN GURU

Ustadz Ismail Shohib (Almarhum, wafat april 2024)






Ustadzah Faiqotus Sholikhah, S.Pdi.
Ustadz Ahmad Yulianto, S.Pdi
Ustadzah Ayu Rahma Fitri Prameswari Zain, S.Pd., S.M., M.Pd.
Ustadzah Sulistiyowati, S.Pd.


selamat datang kembali ditanah air indonesia
Bapak Kepala MI. MIFTAHUL ULUM dan Ibu
Bpk. H. ZAINUDDIN, ST. SPdI. MPd.
Ibu Hj. KUSWATI, SPd.
dari menunaikan ibadah haji.
semoga menjadi haji yang MABRUR
AMIIN
Makkah, 5 Juli 2025

Makkah, 10 Desember 2010




»» Readmore

SEJARAH MADRASAH dan MASJID

Pada tahun 1955-an kondisi masayarakat di desa urek-urek mayoritas dikenal dengan masyarakat abangan / awam yang kurang memperhatikan masalah religious keagamaan, hanya sebagian kecil dan tokoh yang peduli dan bahkan tergolom alim serta sangat menjaga serta tetap memperjuangkan nilai-nilai religious agama islam. Saat itu tempat ibadah hanya ada beberapa surau / langgar wakaf sebagai tempat ibadah dan tempat Pendidikan agama islam, bahkan saat itu di desa Urek-Urek belum ada masjid. Salah satu surau / langgar yang ada yaitu langar bentuk kleneng yang didirikan oleh H.Abdurrahman yang berlokasi di sebelah sungai tepatnya di Rt.25 di samping komplek rumah tempat tinggal beliau, langar bentuk klenengan tersebut juga sebagai tempat belajar mengaji dan mencari ilmu oleh masyarakat khususnya anak-anak dan pemuda. 

Untuk memperkuat keilmuan masyarakat anak cucu / Dzuriyah beliau di kirim ke berbagai pondok pesantren untuk memperdalam ilmu agama. Untuk membantu beliau dalam khidmad keilmuan dan peribadatan serta Pendidikan H. Abdurrahman memanggil Kyai Musthofa (kakak kandung Kyai Abdul qodir, PP.Al-Azhar Jeru Turen) dan dibuatkan tempat / rumah kecil / kamar (gute’an) di samping rtumah beliau dan di dekat langgar klenengan tersebut. Saat itu statusKyai Mustofa adalah seorang duda dan sudah memiliki anak, selanjutnya untuk membuat krasan beliau akhirnya H.Abdurrahman menikahkan beliau dengan keponakannya yang bernama Nyai Sum dan berstatus janda dengan seorang anak. 

Dengan berjalannya waktu dan bertambahnya santri yang belajar mengaji dan beribadah langgar H.Abdurrahman terserbut maka beliau bermaksud mendirikan masjidsebagai pusat keagamaan di desa Urek-Urek, pada awalnya lokasi masjid yang akan dibangun di sekitar RT.19 selatannya musholla alkarim, setelah di ukur dan di patok / siap bangun, tibatiba tidak diperbolehkan oleh sebagian keluarga pemilik tanah tersebut, melihat perkembangan tersebut H.Abdurrahman akhirnya menjualkan tanahnya di dekat plasemen tebu urek-urek untuk mencari dan membeli tanah lain untuk dibangun masjid. selanjutnya ada tempat yang penuh pohon bambu / barongan pring dan posisi rendah dari jalan di RT.25 milik keluarga pak Rustam dan Keluarga pak Matasan, kebetulan lokasi di depan rumah beliau sendiri hanya berseberangan jalan dan Beliau mendatanginya bermaksud untuk membeli tanah tersebut, setelah mengetahui tanah tersebut mau di beli H.Abdurrahman untuk dibuat masjid maka keluarga beliau tidak mau menjual tanah tersebut akan tetapi malah langsung menyerahkan secara sukarela dan langsung secara lisan (diwakafkan) untuk dibangun masjid kepada H.Abdurrahman (penerima wakaf) dan akhirnya uang yang mau dipakai membayar tanah tersebut digunakan untuk membiayai pembangunan masjid tersebut. Dibantu putraputra beliau, para tokoh dan masyarakat lain mulai dikerjakan pembangunan masjid diawali dengan pengurukan tanah yang rendah tersebut diambilkan dari tanah dataran lebih tinggi milik H.Abdurrahman di utara rumah beliau.

Selanjutnya pembangunan masjid tersebut selesai pada tahun 1956 dan diberi nama masjid DARUL HIKMAH Urek-Urek dengan ketua ta’mir yang pertama Menantu Beliau yang bernama H. Imam Sholeh (suami Hj.Zaenab) dan digunakan untuk kegiatan peribadatan dan keagamaan lain oleh masyarakat Urek-Urek. Untuk melengkapi tempat mengaji dan belajar beliau juga langsung mendirikan Madrasah MIFTAHUL ULUM (selesai tahun 1958) berdasarkan akte pendirian madrasah tahun 1958 dengan ketua pengurus KH. Abdullah. selanjutnya kepengurusan madrasah dilanjutkan pada masa H.M.Said dan Bapak Abdurrachim. secara legal formal dibuatkan akte notaris lembaga pendidikan MIFTAHUL ULUM tahun 2015 dan dibuatkan akte notaris yayasan pendidikan MIFTAHUL ULUM Urek-Urek Gondanglegi Malang sesuai dengan aturan KEMENKUMHAM RI tahun 2018 melalui notaris Drs. Heri Sugianto, MKn. di kepanjen Malang.

Masjid dan madrasah ini satu paket bidang keagmaan yang saling melengkapi, madrasah sebagai sawah ladangnya dan masjid sebagai Lumbung / Gudangnya. Lokasi madrasah di tanah milik beliau sendiri yang berada di Utara komplek rumah beliau serta membuatkan kamar / gute’an untuk tempat tinggal para guru / Ustadz yang membantu mengajar dan dengan perkembangannya waktu tempat Pendidikan MIFTAHUL ULUM diperluas di utaranya lagi dari tanah milik putra beliau yaitu H. Umar dan Bapak Shohib. Pada saat itu sudah direncanakan dibelakang masjid nanti digunakan untuk tempat makam H. Abdurrahman dan Kyai Musthofa. Akan tetapi dikarenakan suatu hal atau permasalahan setelah menikah Kyai Mustofa pindah tempat tinggal yang dulu di komplek kediaman H.Abdurrahman pindah di utara-nya masjid dan selanjutnya beliau pindah / pindah ke rumah anaknya di Legok kepanjen

hingga beliau wafat dan di makamkan disana. Dan H.Abdurrahman setelah wafat tidak jadi dimakamkan dibelakang masjid tapi dimakamkan di pemakaman umum desa urek-urek krajan.

Dengan perkembangan waktu dan regenerasi situasi saat itu H. Imam sholeh selaku ketua ta’mir masjid jatuh sakit maka selanjutnya pada generasi kedua ini dipilihlah Kyai Haji Abdullah Amin (santri Kyai Haji Moh.Said, Ketapang) untuk menjadi ketua ta’mir masjid sekaligus imam masjid DARUL HIKMAH tersebut kebetulan beliau menantu dari Bapak Shohib (suami Hj.Sholikhah) / cucu H.Abdurrahman sendiri dan menempati rumah di depan masjid di selatan rumahnya Alm H.Abdurrahman yang saat itu ditempati putra beliau H.Umar. Kyai Haji Abdullah Amin juga dipercaya menjadi guru sekaligus ketua pengurus pertama Madrasah MIFTAHUL ULUM tersebut. Selain itu beliau juga menjadi Muharriq Nahdlotul Ulama tepatnya sebagai ketua Tanfidziyah NU Ranting Urek-Urek krajan dan beliau aktif di kegiatan pengajian dan keagamaan lainnya,beliau wafat dan dimakamkan dipemakaman pribadi depan rumah beliau di RT.25 Urek-urek.

Perkembangan waktu selanjutnya ketua ta’mir masjid dipercayakan pada kyai Nastain, dan nama masjid berubah menjadi masjid AL-MUSTHOFA, tidak tau secara pasti siapa dan kapan perubahan nama tersebut, (awalnya kyai Nastain dibawa oleh H.Imam Sholeh sekitar tahun 1965 membantu mengajar di madrasah) dan awalnya bertempat di kamar / gute’an yang disediakan H.Abdurrahman untuk para guru tersebut, selanjutnya beliau menikah dengan siti zubaidah (putri pak mustaqim RT.26). Setelah istri beliau meninggal beliau menikah lagi dengan ibu tukah yang masih tetangga beliau di RT.26. dan beliau kyai Nastain mendirikan musholla dibelakang rumah beliau di RT.26 dan beliau masih hidup sampai saat

ini. Pada kepengurusan kyai nastain beliau dibantu oleh Kyai Ismail Shohib sebagai Sekretaris-nya (putra Bapak Shohib / cucu H.Abdurrahman). pada masa dahulu para tokoh dan masyarakat tidak begitu memperhatikan masa khidmat / periode kepengurusan, selagi beliau sehat, mampu dan istiqomah serta bersedia menjadi ketua ta’mir masjid.

Perkembangan waktu selanjutnya ketua ta’mir masjid dipercayakan pada kyai Haji Mohammad Said yang juga di dampingi pak Ismail Shohib (putra Bapak Shohib / cucu H.Abdurrahman) sebagai sekretarisnya dan H. Mohammad Anwar (menantu H.Abdullah Amin) Sebagai Bendahara-nya. beliau bertempat tinggal di RT.17 urek-urek kampung barat dan beliau mendirikan mushollah As-syakur di depan rumah beliau. Perkembangan waktu selanjutnya ketua ta’mir masjid dipercayakan pada kyai Ischaq Shohib (cucu H.Abdurahman) yang rumah beliau bertempat di RT.26 dan beliau juga menjadi pengasuh majlis taklim Riyadhus Sholihah dengan para santri kampung yang belajar mengaji pada beliau di mushollah samping rumah beliau, beliau juga guru sepuh di madrasah MIFTAHUL ULUM tersebut. Pada masa kepengurusan Kyai Ischaq beliau didampingi oleh H. Zainuddin sebagai sekretaris (putra KH.Abdullah Amiin, ketua pengurus ke-2) bertempat tinggal di RT.27 dan beliau juga sebagai guru & kepala Madrasah Ibtidaiyah MIFTAHUL ULUM serta sebagai ketua salah satu Kelompok bimbingan ibadah haji-umrah (KBIHU) di kota Malang juga pengurus NU aktif di kabupaten, kecamatan dan desa. beliau juga di dampingi Bapak AbdurRochim (PLN) bertempat tinggal di RT.25 sabagai Bendahara-nya sekaligus Abdurrochim juga dipercaya sebagai ketua Pengurus Madrasah MIFTAHUL ULUM tersebut dan saat ini pak Abdurrochim sudah meninggal dan dimakamkan di pemakaman umum desa urek-urek.

 

sejarah ini ditulis / dibuat di Urek-Urek pada tanggal 10 Juli 2012 dan diupdate / diperbaharui pada tanggal 15 Oktober 2018 oleh H. Zainuddin / Sekretaris Ta’mir masjid Al-Musthofa, diperoleh / sumber dari penuturan para perangkat desa era 90-an,  para tokoh masyarakat dan ketua pengurus periode ke-2 langsung, dhurriyah H.Abdurrahman dan juga dokumen resmi dan asli yang tersimpan. 

Sebagai penutup mari kita doakan Untuk para tokoh pendiri, pejuang, pewakaf, pengurus, pendukung dan mayarakat simpatisan yangmembantu masjid dan madrasah, Semoga Allah menerima segala amal ibadah beliau, menerima amal jariyah beliau, menerima pengabdian beliau, menerima jasa-jasa beliau, menerima semua pengorbanan beliau, menerima perjuangan beliau, menerima semua kebaikan dan keikhlasan beliau, dan semoga Allah memaafkan salah khilaf beliau dan beliau ditempatkan dipertamanan dari taman surganya Allah serta semoga Allah kelak membalasnya dengan surga yang penuh kenikmatan.

 


»» Readmore

SARANA DAN FASILITAS MADRASAH

Ruang multimedia dan laboratorium komputer, internet.

PRAKTIKUM ILMU PENGETAHUAN ALAM (fisika)








Dokumentasi Masjid Jami' AL-MUSTHOFA





»» Readmore

KEGIATAN SISWA


sholat dhuha, mengaji dan do'a bersama setiap pagi.

Tabur bunga dan kirim do'a untuk para pahlawan

Dalam rangka meningkatkan kompetensi dan pengetahuan serta pengalama siswa dalam hal sejarah dan kebudayaan mereka mengikuti kegiatan studyTour siswa-siswi ke candi Singosari Malang


PERINGATAN HARI KARTINI












Siswa Siswi MI. MIFTAHUL ULUM Urek-Urek Berpartisipasi dalam 
Lomba POLISI CILIK mewakili Polsek Gondanglegi yang dilaksanakan oleh POLRES Malang
tanggal 26 Juli 2017 dan memperoleh Juara 1 Katagori danton terbaik


Klik tombol Play untuk memutar video


g 

kegiatan lomba membuat dan menghias nasi goreng oleh siswa-siswi.
 jum'at tirakat siswa-siswi









k

kegiatan kunjungan dan belajar di perpustakaan kota malang












DRUM BAND


kegiatan latihan drumband 
















(mohon maaf halaman ini masih dalam proses edit)
»» Readmore

DOKUMENTASI


Klik disini untuk mengetahui

keruntuhan teori evolusi darwin
Sejak awal tahun 2001 hingga saat ini, telah terjadi sejumlah perkembangan amat menarik dan penting di dunia ilmu pengetahuan. Aneka kemajuan di dunia ilmiah telah sekali lagi mengungkap permasalahan ilmiah pelik yang dihadapi teori evolusi. Teori evolusi dikemukakan oleh Charles Darwin di pertengahan abad ke-19. Kala itu, teori ini memberikan dukungan besar bagi paham materialisme. Dengan demikian, keruntuhan teori evolusi yang kini tengah terjadi berakibat pula pada hancurnya materialisme itu sendiri. Dalam rangka menyibak wajah asli Darwinisme, maka pengaruh propaganda tersebut haruslah digugurkan dan fakta-fakta ilmiah mesti disampaikan ke khalayak ramai. Buku ini mengkaji berbagai penemuan ilmiah terkini yang membongkar kepalsuan evolusi, termasuk tidak absahnya laporan sepihak yang dimunculkan sejumlah media terkemuka seperti New Scientists, Science, National Geographic Channel, Discovery Channel dan History Channel
 Banyak yang beranggapan bahwa Teori Evolusi Darwin adalah fakta yang terbukti kebenarannya. Akan tetapi, berlawanan dengan anggapan umum ini, perkembangan ilmu pengetahuan yang terbaru telah menggugurkan teori tersebut dengan telak. Satu-satunya alasan mengapa Darwinisme masih saja diindroktrinasikan kepada masyarakat luas melalui kampanye propagAnda di seantero dunia adalah aspek ideologis teori tersebut. Semua ideologi dan filsafat sekuler menjadikan teori evolusi sebagai dasar berpijak mereka. Buku ini menjelaskan keruntuhan teori evolusi oleh ilmu pengetahuan secara rinci dan mudah dipahami. Dalam buku ini dipaparkan pula tentang penipuan dan penyesatan yang dilakukan oleh para evolusionis untuk "membuktikan" adanya evolusi. Terakhir, buku ini mengkaji adanya kekuatan dan niat busuk di balik usaha untuk mempertahankan teori ini agar tetap hidup dan untuk memperdaya masyarakat luas agar tetap mempercayai teori tersebut. Jika Anda ingin mengetahui asal usul makhluk hidup, termasuk manusia.
Banyak yang beranggapan bahwa Teori Evolusi Darwin adalah fakta yang terbukti kebenarannya. Akan tetapi, berlawanan dengan anggapan umum ini, perkembangan ilmu pengetahuan yang terbaru telah menggugurkan teori tersebut dengan telak. Satu-satunya alasan mengapa Darwinisme masih saja diindroktrinasikan kepada masyarakat luas melalui kampanye propagAnda di seantero dunia adalah aspek ideologis teori tersebut. Semua ideologi dan filsafat sekuler menjadikan teori evolusi sebagai dasar berpijak mereka. Buku ini menjelaskan keruntuhan teori evolusi oleh ilmu pengetahuan secara rinci dan mudah dipahami. Dalam buku ini dipaparkan pula tentang penipuan dan penyesatan yang dilakukan oleh para evolusionis untuk "membuktikan" adanya evolusi. Terakhir, buku ini mengkaji adanya kekuatan dan niat busuk di balik usaha untuk mempertahankan teori ini agar tetap hidup dan untuk memperdaya masyarakat luas agar tetap mempercayai teori tersebut. Jika Anda ingin mengetahui asal usul makhluk hidup, termasuk manusia.
dari sudut pandang yang amat berbeda, berbagai kesalahan kaum beriman, yang masih mendukung teori evolusi. Buku ini menawarkan jawaban bagi kaum Muslimin yang mencari satu "tempat pijakan bersama" bagi teori evolusi serta fakta penciptaan, dan yang bahkan mencoba memperoleh bukti kebenaran teori itu dalam Al Qur'an. Maksud buku ini bukanlah mencela kaum Muslimin pendukung teori evolusi, melainkan menjelaskan bahwa sikap mereka itu keliru, membantu mereka pada aras pemikiran, dan menjadi sarana bagi mereka untuk menerapkan sudut pandang yang lebih tepat. 



Semakin berkembangnya teknologi, menuntut kita harus mengikutinya. Termasuk lembaga pendidikan. Termasuk sistem perapotan di sekolah, kami sediakan untuk anda raport digital dengan menggunkan office exel dan dapat dioperasikan oleh seorang pemula sekalipun. Bagi yang berminat dana dpat mendownloadnya secara disini
untuk info bisa hubungi 083834661951 atau di 0341-7754080

http://www.ziddu.com/download/20763052/LEGERdanRAPORTMIMUUREK-UREKFINAL2012.xlsx.html










»» Readmore

KEAGAMAAN


FADHILAH SHOLAT TARAWIH
 Malam ke-5
Malam ke-12
                                    Malam ke-5
Malam ke-10
Malam ke-9
Malam ke-8
Malam ke-6
Malam ke-7
 
1.     NU SEBAGAI JAM’IYAH DINIYAH
Jam’iyah artinya berasal dari bahasa arab artinya perkumpulan / organisasi, Diniyah artinya keagamaan. Jadi jam’iyah diniyah artinya perkumpulan / organisasi keagamaan. Arti yang lebih luas yaitu NU merupakan organisasi keagamaan yang memiliki azas/dasar, tujuan, pimpinan, anggota dan aturan yang harus diikuti berdasrkan akidah ahlussunnah wal jamaah dengan tujuan izzul islam wal muslimin / kejayaan islam dan umat islam. Sbg jamiyah diniyah, kegiatan pokok NU yaitu melaksanakan dakwah islam dalam rangka amar makruf (perintah kebaikan) dan nahi munkar (mencegah kemaksiatan). Berbagai cara dilakukan diantaranya dengan lailatul ijtima’/kegiatan rutin bulanan, dimana para kiyai dan ustad memberikan pengajian tentang islam dan faham ahlussunnah waljamaah. Selain itu juga dilaksanakan kegiatan lain diantaranya tahlilan, dibaan manaqib, istighotsah diberbagai masjid, musholla dan rumah rumah. Selain itu kegiatan dakwah juga dilakukan berbagai pada peringatan hari besar islam (PHBI). Sasaran kegiatan dakwah yaitu seluruh umat islam, terutama warga NU. Tujuannya agar mereka mengenal NU dan ajarannya serta meyakini kebenaran islam yang azas ahlussunnah wal jamaah.

2.     NU SEBAGAI JAM’IYAH  IJTIMA’IYAH
Ijtimaiyah artinya perkumpulan / organisasi kemasyarakatan. Yang dimaksud NU SEBAGAI JAM’IYAH Ijtimaiyah artinya NU sebagai organisasi keagamaan yang kegitannya tidak terbatas pada bidang agama saja tapi juga pada bidang kemasyarakatan, oleh sebab itu  NU melakukan usaha dibidang pendidikan, ekonomi, kesehatan dll dengan tujuan meningkatkan kesejahteraan umat.
Dibidang pendidikan NU berusaha meningkatkan kualitas pendidikan dengan menata dan mengembangkan lembaga pendidikan seperti pondok pesantren, madrasah dan sekolahan bahkan sampai ke perguruan tinggi, yang menanganinya yaitu : LP Maarif dan RMI.
Dibidang ekonomi, NU berusaha meningkatkan kesejahteraan umat  yang terutama diarahkan kepada kalangan ekonomi lemah meliputi bidang pertanian, perikanan, kerajinan dan industri kecil. Lembaga yg menanganinya LPNU/lembaga perekonomian NU dan  LPPNU/lembaga pengembangan pertanian.
Dibidang kesehatan, kemaslahatan dan kesejahteraan NU yang ditangani oleh Lembaga kemaslakhatan keluarga (LKKNU) dan lembaga peningkatan kesehatan (LPKNU) serta badan otonom seperti fatayat dan muslimat.

3.     POSISI ULAMA’ DALAM KEPEMIMPINAN NU
NU mempunyai ciri khas yg membedakan dengan organisasi lain yaitu menempatkan para ulama’ sebagai pemimpin tertinggi artinya ulama’ memgang kendali kebijakan, gerak dan pengawasan sehingga NU tetap pada tujuan utamanya.
»» Readmore